Kamis, 27 Februari 2014

Sajak Tanpa Judul

Tak ada yang bisa kusajakkan selain kamu. Tak ada yang bisa kurisaukan selain rindu. Tak ada yang bisa kunyanyikan selain haru. Saat mataku bersafari menelusuri langkahmu, terus berusaha menemukan jejakmu dari ribuan ilalang disitu. Saat itu pula awan hitam menutupi senja, seolah ingin mengatakan padaku aku harus melupakanmu. Dari sebuah perasaan yang terhalang debu, juga sekelumit jiwa yang tak kenal waktu. Memberi seulas senyum dan tawa pilu. Seolah rindunya itu menerpaku. Senja memang berkode seperti itu. Sayangnya, hatiku masih seperti batu. Yang tak kenal mati kutu. Masih bersikeras menemukanmu, menggapai tanganmu, memilikimu. Deru malampun tau, bahwa namamu terukir jelas dihatiku, dibenakku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar