Minggu, 16 Februari 2014

Langkah Tak Pasti

Aku berdiri disini masih dengan sejuta pertanyaan yang belum terjawab sepenuhnya. Menunggu sebuah keajaiban Allah datang menghampiriku. Tak ada yang spesial disini.. Cinta masih menerkamku. Cinta masih memberiku sejumput kebahagiaan, perhatian dan kasih sayang. Aku bahkan tak tau apakah dia hanya menganggapku sebagai sahabat sangat dekat ataukah lebih? Semua jawaban masih berada ditangan Sang Kuasa dan dirinya sepenuhnya. Bulan ini, aku kaubanjiri berbagai pertanyaan dan perharian, oh.. tak lupa kau juga membanjiriku dengan senyum, tawa, haru, dan question not with answer.
Kamu bertanya, apa lagu yang aku sukai, untuk berlatih memainkan gitar. Dan aku bertanya, untuk apa kamu bermain gitar dengan semua lagu kesukaanku?
Setelah itu, kamu memberitahuku dan mengajariku membuat paper craft, secara langsung, dengan percakapan-percakapan kecil, dengan lirikan mata yang kadang-kadang bertemu dan sukses membuat detak jantungku tak karuan, salah tingkah. Setelahnya, aku menangis haru didalam kelas.. Yah, spontanitas, air mata itu mengalir tanpa diberi aba-aba.
Kemudian, setelah malam tiba, kamu mperhatikanku dengan perhatian yang mendalam, menanyakan apakah aku sudah makan atau belum, kenapa tidak tidur-tidur hingga malam.. dan kita saling bertukar pikiran sampai pukul sepuluh malam. Aku benar-benar tak tahu apakah semua ini hanya ilusi yang melebihi btas wajar, aku tak tahu apakah semua ini hanya berkaitan dengan yang instan. Semuanya masih mengambang, masih menggantung. Tak jelas arahnya kemana. Aku hanya bisa berusaha, berdoa, dan berharap. Berharap bahwa keajaiban akan datang. Karena sikapmu terlebih sering berubah-ubah dan aku tak pernah menyukai hal seperti ini, sungguh! Aku akan menunggu, jika aku lelah menunggu aku akan berlari, jika aku lelah berlari aku akan berhenti dan menunggu, begitu seterusnya.. sampai kamu membebaskanku dari penjara rindu~

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar