Aku
berdiri disini masih dengan sejuta pertanyaan yang belum terjawab
sepenuhnya. Menunggu sebuah keajaiban Allah
datang menghampiriku. Tak ada yang spesial disini.. Cinta masih
menerkamku. Cinta masih memberiku sejumput kebahagiaan, perhatian dan
kasih sayang. Aku bahkan tak tau apakah dia hanya menganggapku
sebagai sahabat sangat dekat ataukah lebih? Semua jawaban masih
berada ditangan Sang Kuasa dan dirinya sepenuhnya. Bulan ini, aku
kaubanjiri berbagai pertanyaan dan perharian, oh.. tak lupa kau juga
membanjiriku dengan senyum, tawa, haru, dan question not with answer.
Kamu
bertanya, apa lagu yang aku sukai, untuk berlatih memainkan gitar.
Dan aku bertanya, untuk apa kamu bermain gitar dengan semua lagu
kesukaanku?
Setelah
itu, kamu memberitahuku dan mengajariku membuat paper craft, secara
langsung, dengan percakapan-percakapan kecil, dengan lirikan mata
yang kadang-kadang bertemu dan sukses membuat detak jantungku tak
karuan, salah tingkah. Setelahnya, aku menangis haru didalam kelas..
Yah, spontanitas, air mata itu mengalir tanpa diberi aba-aba.
Kemudian,
setelah malam tiba, kamu mperhatikanku dengan perhatian yang
mendalam, menanyakan apakah aku sudah makan atau belum, kenapa tidak
tidur-tidur hingga malam.. dan kita saling bertukar pikiran sampai
pukul sepuluh malam. Aku benar-benar tak tahu apakah semua ini hanya
ilusi yang melebihi btas wajar, aku tak tahu apakah semua ini hanya
berkaitan dengan yang instan. Semuanya masih mengambang, masih
menggantung. Tak jelas arahnya kemana. Aku hanya bisa berusaha,
berdoa, dan berharap. Berharap bahwa keajaiban akan datang. Karena
sikapmu terlebih sering berubah-ubah dan aku tak pernah menyukai hal
seperti ini, sungguh! Aku akan menunggu, jika aku lelah menunggu aku
akan berlari, jika aku lelah berlari aku akan berhenti dan menunggu,
begitu seterusnya.. sampai kamu membebaskanku dari penjara rindu~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar